Hari Menuju Pelukanmu

Hari-hari belakangan ini terasa seperti halaman buku yang kubaca terlalu pelan. Bukan karena ceritanya membosankan, melainkan karena aku ingin menikmati setiap rasa dalam penantian ini, sembari tak sabar bertemu denganmu di bab berikutnya.

Aneh sekali, ternyata cinta mampu mengubah dua minggu menjadi semusim penuh rindu. Setiap pagi kuhitung tanggal di kalender, berharap angka-angka itu berbaik hati padaku. Barangkali melompati beberapa hari agar aku bisa segera memeluk dan memandang senyum manismu tanpa perantara layar.

Satu hari terasa sepanjang percakapan yang belum sempat kita mulai. Satu malam menjelma jalan panjang yang harus kulewati seorang diri. Setiap hari, tanggal memang berganti satu, namun rinduku justru bertambah satu.

Mungkin memang seperti itulah cara cinta bekerja; membuat waktu berjalan lebih lambat hanya agar pertemuan terasa jauh lebih berharga. Sebab pada akhirnya yang benar-benar kuhitung bukanlah hari, melainkan jarak yang semakin dekat menuju pelukanmu.


-myprimera

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jeda

Warna

Melirih, Pudar, dan Tak Tergapai Lagi