Jeda

Pada akhirnya, aku kembali pada diriku yang ini

Menjalani hari-hari dengan sesuka hatiku

Setelah hari-hari bimbang, menerka banyak hal, meragukan diri sendiri

Menebak apa yang kurang dariku hingga orang yang kusayang sering kali meninggalkanku

Pada akhirnya aku kembali menikmati ketenangan lagi

Aku mulai menikmati kesendirian ini

Mungkin hari-hariku mulai menyepi, membiasakan diri untuk sendiri lagi, namun aku tidak kesepian

Aku mulai menikmati kesendirianku kembali

Mulai menulis lagi sambil menikmati cookies kesukaanku

Duduk sendiri, melihat laman sosial media, sesekali meneguk thai tea

Ngomong-ngomong, aku sedang mengurangi minum kopi

Selain kopi membawaku pada banyak kenangan manis yang kini rasanya sedikit pahit, seperti rasanya

Beberapa minggu terakhir, aku sudah mulai sering mual karena asam lambungku ini

Ya, aku duduk di ujung ruangan toko kopi kesukaanku itu

Sebenarnya karena tempatnya searah jalan pulang dan dekat dengan kosku saja sih

Jadi aku sering mampir selepas pulang bekerja

Aku menghabiskan waktuku hingga larut malam

Agar aku tak punya waktu melamun di kamar, meratapi kenangan yang sedang aku coba untuk menjadi biasa saja

Aku senang di toko kopi ini, aku duduk di paling ujung

Berdekatan dengan beberapa pengunjung

Mereka juga sama-sama sibuk dengan dirinya masing-masing

Ramai, tapi aku merasa tenang

Aku merasa tenang hilang di tengah keramaian

Aku merasa tenang duduk sendiri di sini

Aku mulai menghitung rasa syukurku

Aku menikmati hidupku saat ini

Aku mulai percaya lagi bahwa garis Tuhan tak akan terelakkan

Aku mulai percaya apa yang sudah aku lalui memang seharusnya terjadi

Aku mulai percaya apa yang menurutku baik, belum tentu yang terbaik

Aku mulai percaya apa yang terlihat dan terasa menyakitkan, justru itulah yang menyelamatkan

Terima kasih Tuhan, terima kasih selalu menuntun langkahku

Terima kasih selalu memberikan aku petunjuk lewat cara-caraMu yang mungkin aku juga sering tak memahami

Terima kasih Tuhan karena selalu menghadirkan kepercayaan dalam hatiku, bahwa Engkaulah sebaik-baiknya penulis cerita


- mayaprimera

25 Nov 2025


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Warna

Melirih, Pudar, dan Tak Tergapai Lagi