Pada akhirnya, aku kembali pada diriku yang ini Menjalani hari-hari dengan sesuka hatiku Setelah hari-hari bimbang, menerka banyak hal, meragukan diri sendiri Menebak apa yang kurang dariku hingga orang yang kusayang sering kali meninggalkanku Pada akhirnya aku kembali menikmati ketenangan lagi Aku mulai menikmati kesendirian ini Mungkin hari-hariku mulai menyepi, membiasakan diri untuk sendiri lagi, namun aku tidak kesepian Aku mulai menikmati kesendirianku kembali Mulai menulis lagi sambil menikmati cookies kesukaanku Duduk sendiri, melihat laman sosial media, sesekali meneguk thai tea Ngomong-ngomong, aku sedang mengurangi minum kopi Selain kopi membawaku pada banyak kenangan manis yang kini rasanya sedikit pahit, seperti rasanya Beberapa minggu terakhir, aku sudah mulai sering mual karena asam lambungku ini Ya, aku duduk di ujung ruangan toko kopi kesukaanku itu Sebenarnya karena tempatnya searah jalan pulang dan dekat dengan kosku saja sih Jadi aku sering mampir selepas pulang bek...
Pada kicau burung menyapa pagi, aku kembali Menerka lagi sedalam apa luka yang sempat terbingkai Tertegun bahwa hatiku sempat mati pada andai Yang pantasnya beradu sorai saat ramai Di situlah aku, menjalin harap dalam senyap Berharap luka ini tak selamanya menetap Seperti cerita yang sudah di ujung kalimat Bukan lagi saatnya mengeja siapa yang salah dalam berharap Sudah bukan lagi saatnya beradu kisah siapa yang paling terluka Maka sudah saatnya kembali melangkah Bersiap untuk mendaki terjal dalam suka dan duka Berbekal diri yang sembuh dan utuh secara logika Mulai menerima yang sempat tak seirama Mengemas yang sempat menjadi cemas Merajut langkah sambil bersujud Berlutut dalam doa-doa yang bertaut DidengarNya doa yang menjadi jerit panjang di tengah malam Hatinya ikhlas dan jiwanya tak lagi kelam Lalu datanglah sang tuan mengucap salam Menawarkan petualangan yang kemudian disulam Dikatakannya pada sang Tuan, Tenanglah, Hatiku sudah siap memulai kisah ini Mari merajut kehidupan dengan ...
Mungkin saja langkahku semakin lirih, tak terdengar lagi olehmu Yang tertinggal hanyalah jejak-jejak yang dulu pernah menemanimu menapak di setiap sudut bumi Mungkin saja tawaku semakin sunyi, tak menghiasi lagi angan-angan yang dulu pernah kau ciptakan saat senja menyapamu di sore hari Mungkin ada banyak hal yang tiba-tiba pudar, semakin lama semakin tak tergapai lagi olehmu Bukan apa-apa, Alam sedang menuruti apa kata Sang Penciptanya Diperintahkannya mengeraskan debur ombak, menghidupkan pelangi menjelang senja, menggelegarkan petir di kala hujan, dan juga meniupkan angin-angin kesejukan di setiap kepasrahan diri Hanya agar rekam suara dan bayanganku tak lagi menghalangimu untuk kembali melangkah Hanya agar kau bisa benar-benar menikmati alam seperti yang kuceritakan padamu malam itu Aku takkan pernah khawatir, karena alam akan berkonspirasi lagi, nanti pada waktunya. aksarasaku
Komentar
Posting Komentar